Cara ampuh meng-hack kreatifitas staff anda

ijin buat inisiatif

Pertama, tidak memberikan kesempatan sama sekali. Kedua, menimpakan kesalahan. Ketiga, memberikan kesempatan, anda tinggalkan, lalu anda timpakan kesalahan.

Ketiganya punya satu kesamaan: asumsi. Asumsi bahwa staff anda tidak akan mampu, asumsi bahwa semuanya akan membaik dengan sendirinya dan dalam waktu relatif cepat, asumsi bahwa realitas selalu sesuai dengan yang anda pikirkan dan apa yang disebut “kebenaran” selalu berasal dari anda. Ketiganyapun juga punya satu kesamaan: inisiatif dan kreatifitas menghilang bahkan ketika dielu-elukan.

Ingat momen-momen ketika anda begitu frustasi kenapa staff anda tidak ada yang cukup reliable, dan kreatif? Well, mungkin mereka sudah kreatif sejak dulu tapi anda tidak dapat melihatnya karena terlalu sibuk dengan pikiran sendiri, dan tanpa sadar menghack mereka. Berulang kali.

ps: emang siih ada juga staff yang ‘rese’ & pemalesan. Tapi jumlahnya biasanya lebih sedikit. Kalaupun emang banyak, kenapa juga orang kayak gitu bisa direkrut?

Advertisements

Buat para intrepreneur diluar sana

Buat para intrepreneur, yang tepat di saat ini tengah bergulat dengan berbagai persoalan dan cara agar bisa tetap relevan –
berfokus pada apa yang terbaik yang bisa dilakukan dalam membantu orang, walaupun fokusnya mungkin untuk banyak orang
begitu sederhana, kecil, dan sedikit.

Buat para intrepreneur at the heart, yang sampai saat ini belum juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan pergulatan
kreatifitas dan “keimanan” di atas.

This one is for you:

“If I failed more than you do, I win. Because built into that lesson is this notion that you get to keep playing. If you get
to keep playing that mean you get to keep failing, and sooner or later you’re gonna made it succeeded”.

Keep trying.

Jangan menyerah.

Anda tidak sendirian.