Bagaimana membuat pengguna berinteraksi dengan satu informasi? cerita dibalik desktop, GUI dan personalisasi komputer

Bila sekarang ini adalah tahun 50-an, mungkin nggak akan kebayang kalau anda membaca tulisan ini melalui komputer. Di tahun-tahun tersebut apa yang disebut sebagai komputer adalah sesuatu yang berukuran besar, luar biasa ribet, dan mahal, sehingga hanya organisasi-organisasi besar seperti universitas, perusahaan dan pemerintahanlah bisa mendapatkannya.

Harvard Mark I, komputer hasil kerjasama Universitas Harvard dan IBM, yang dibuat atas pesanan militer pada tahun 1944. Komputer programmable (dapat diprogram ulang – sebelumnya tidak dapat diprogram ulang) pertama buatan Amerika. Berbobot 5 ton, dengan dengan total kabel sepanjang kurang  lebih 85 ribu km, dengan total 3/4 juta komponen, sebagiannya adalah suku cadang mekanis. Dapat menyimpan hanya 72 angka saja.

Dan meskipun penemuan microprocessor di sekitar tahun 60-an memungkinkan beberapa ilmuwan dan pebisnis komputer untuk membayangkan keberadaan komputer sebagai sesuatu berukuran kecil, yang dapat dibeli dengan harga rendah dan dipakai untuk fungsi-fungsi  personal, ini adalah sesuatu yang lebih mudah dibayangkan ketimbang dieksekusi.

intel 4004, 1971. Unit yang menyingkat pemrosesan komputer kedalam micro processor (pemroses berukuran mikro), hanya seukuran jari jempol.
intel 4004, 1971. Unit yang menyingkat pemrosesan komputer kedalam micro processor (pemroses berukuran mikro), hanya seukuran jari jempol.

Pada dasarnya menggubah sesuatu yang sudah terasosiasikan selama berspuluh-puluih tahun memang tidak mudah. Dalam konteks personaliasi komputer, ini membutuhkan bukan hanya pemilihan, penyusutan dan pengkonversian berbagai fungsi mesin – yang juga adalah penyesuaian hardware, material dan lain sebagainya – namun ini juga penggeseran mindset. Coba anda bayangkan, bilapun disaat itu anda sudah mengetahui bahwa komputer sudah dapat diperkecil sehingga dipakai dirumah dan dibeli dengan harga terjangkau, tidak dengan lantas anda merasa perlu mengunakannya bukan? Tidak semua orang merasa familiar dengan teknologi baru tersebut. Bagaimana saya bisa menggunakannya? Sesulit apa? Apa saja effort yang harus saya keluarkan sesudah saya membelinya? Does it worthed? Read more

Advertisements

Mau ditempatkan dimanapun, logo itu musti mudah dibaca

Kiri: sampel ketika lebar nama brand diacukan ke lebar gambar. kanan: variasi komposisi yang lebih jelas dan mudah dibaca.
Kiri: sampel ketika lebar nama brand diacukan ke lebar gambar. Nama jadi sering “dikorbankan”, tidak terbaca. kanan: variasi komposisi yang lebih jelas dan mudah dibaca.

Itulah mengapa mengacukan lebar brand name (nama brand) kepada lebar gambar bisa fatal. Read more

Audiens menghafal logo, bukan memikirkannya

Menghafal berbeda dengan memikirkan.  Ketika kita menghafalkan sesuatu, wajah seseorang misalnya, meskipun kita mungkin – dalam level tertentu – memikirkannya, sebagian besar kita lakukan tanpa sadar. Kita bisa tetap tidak mengerti mengapa dan bagaimana seseorang bisa memiliki wajah seperti itu.

On the other side, Ketika kita memikirkan sesuatu, kita melakukannya secara sadar. Ketika kita memikirkan wajah seseorang, kita mengakses berbagai data yang kita miliki mengenai hal tersebut, mengerahkan berbagai instrumen berpikir kita, sebagian besar secara sadar. Read more