Dibalik layar desain – kover Dee Supernova 2012

petir

D

ua versi desain kover Gelombang – judul terbaru di seri ini – bakal dirilis di bulan-bulan depan. So, sebelum desain-desain sebelumnya tertelan, teracak memori dan memicu kebingungan saya pikir mungkin ada bagusnya mencatatkannya bersama sedikit cerita desain dibalik layar. Kali ini kita akan mulai dengan edisi desain (ulang) di tahun 2012 kemaren.

Di tahun 2012 ini Partikel, judul keempat dari seri novel Supernova – dan pada dasarnya semua judul seri Supernova dan semua buku Dee – dirilis bersama penerbit Bentang/ Bentang Pustaka. Ini memungkinkan bukan hanya desain kover Partikel, tapi juga desain ulang semua kover Supernova. Bukan hanya karena memang secara simbolik proses akuisisi penerbitan ini perlu ditandai, namun juga karena memang pada dasarnya ada banyak elemen (fisik) produk yang berubah: ukuran, ketebalan, jenis kertas dan lain sebagainya, sehingga perancangannya mau tidak mau harus didefinisi ulang.

Ini penyesuaian yang cukup memakan tenaga (karena satu set (empat) judul sekaligus, seperti bekerja dari awal) yang, at the end, para pembaca mungkin sudah mengenalinya melalui ‘barisan’ desain kover ini: Read more

Kreatifitas itu spiritual (I)

lion-tamer51

B

uku bisa bikin anda merasa lebih tahu, informasi bisa bikin anda pikir lebih mengerti. Semua logika, rasionalisasi dan objektifikasi bisa bikin anda merasa dan berpikir bahwa anda menguasai – in control – medan yang anda tempuh. Namun alas, kreatifitas bukanlah mengenai semua itu. Kreatifitas tidaklah ditentukan oleh seberapa banyak anda mengetahui (atau merasakan) sesuatu. Kreatifitas bukanlah hanya mengenai berpikir kritis. Kreatifitas bahkan bukanlah (hanya) mengenai pikiran dan kesadaran.

Pondasi dari menjadi kreatif dan inovatif sesungguhnya jauh lebih sederhana dari semua itu. Sedemikian subtil sehingga orang-orang berkeringat dingin, dan melupakan bahwa Tuhannya sudah menyiapkan banyak jalan – lebih banyak daripada yang berani dibayangkan – agar “dapur seseorang tetap ‘ngebul'”.

Kretifitas dan inovasi itu spiritual. Yang menentukan bukanlah data, informasi dan pengetahuan. Tapi kepercaya dirian, keyakinan dan keimanan.

Sindrom kélor, proximity dan liburan

Kélor syndrome, atau gejala menafsirkan (dan menggantikan) sesuatu kedalam perspektif yang sempit dan absolut seperti yang saya tulis disini, saya pikir ada hubungannya dengan Proximity, atau jarak. Semakin rutin, semakin dekat, semakin terlibat – semakin “tenggelam” kita dengan sesuatu, semakin besar kemungkinan kita menganggap sesuatu tersebut sebagai kebenaran yang absolut.

Witing tresno jalaran soko kulino“. Cinta tumbuh karena sering ketemu/ biasa bersama. Bahasa jawa punya istilah yang bagus tentang fenomena perseptif ini.

Tentu saja, Read more