100, 390 , 40, ada beberapa versi mengenai jumlahnya namun lepas dari itu – seperti yang dirasakan oleh semua orang tua di dunia ini – anak-anak itu banyak bertanya. Benak mereka itu penuh dengan rasa ingin tahu yang jujur dan bersungguh-sungguh.

Begitu menginjak dewasa, bersekolah (beberapa kali menempuh pendidikan formal), berorganisasi, mendapatkan eksposur dari berbagai media, bekerja (dan somehow memberikan kontribusi terhadap angkatan kerja, ekonomi, politik dan lain sebagainya), pertanyaan tersebut berkurang (beberapa bahkan menghentikannya). Mungkin karena mereka sudah menemukan jawabannya, mungkin karena mereka tidak berani, mungkin karena mereka tidak percaya diri, tidak merasa lagi bertanya dan mempertanyakan sebagai sesuatu yang penting, sesuatu yang berharga.

Dalam waktu bersamaan, banyak bisnis mengeluhkan hilangnya kreatifitas dalam angkatan kerja, berbagai organisasi mengeluhkan mengenai minimnya semangat dan populasi intrepreneur, banyak pengajar mengeluhkan semakin sedikitnya motifasi untuk belajar, banyak orang tua mengeluhkan betapa anak-anaknya sulit berpikir kreatif dalam bekerja atau mengembangkan kesejahteraan.

Bisa kelihatan hubungannya?

 

Advertisements