Ketika sebuah organisasi tumbuh, pada dasarnya ada lebih banyak alasan bagi separasi, atau keterpisahan. Seseorang dan atau/ sebuah departemen bida dengan lebih mudah – entah itu dengan alasan kesibukan atau lainnya – tidak kenal dengan orang se-organisasinya, atau bahkan tidak acuh. Situasi yang seringkali memberikan kontribusi terhadap berkembangnya berbagai praduga, miskomunikasi, ketidak kompakan, kekurang efisienan dan sinergi.

Alih-alih membuat diagram organisasi ala militer, memasangnya somewhere diantara dinding kantor dan begitu saja membiarkan setiap orang pekerja baru tenggelam didalam “hutan belantara” organisasi, Valve, developer games kahot, meresponnya dengan kreatif, menerbitkan dokumen yang bukan hanya – setidaknya dapat dijadikan panduan kerja sebelum bertemu dengan narasumber “insider” dengan informasi yang lebih lengkap – namun juga menarik untuk dipelajari melalui ilustrasi dan bahasa yang tidak kaku.

Silahkan disimak dari sini: Valve’s handbook for new employees.

valve-handbook_cover

BTW, Valve Corporation ini memang – melalui kepemimpinan Gabe Newell – terkenal “eksentrik”, dan selalu berusaha out of the box. Ini adalah salah satu dari sedikit brand (selain WordPress, Polyvore, dan lainnya) yang menerapkan struktur organisasi “flat” alias non (atau sesedikit mungkin terstruktur dalam) hirarki, dan suatu ketika pernah mengontrak akademisi ekonomi politik Yunani: Yanis Varoufakis (simak catatannya disini) untuk mengembangkan sistem mata uang virtual, yang tentunya adalah elemen kritis dari banyak game online buatannya.

 

Advertisements