Kali ini saya bakal nyatetin daftar kecerdasan/ kecakapan majemuk selain kognisi visual. Mudah-mudahan bisa membantu para orang tua pembaca blog ini dalam mengenali kecakapan khas yang berkembang di para putra/putrinya, atau mungkin juga dalam “membaca” dinamika kecerdasan yang (sejak jauh-jauh hari sebetulnya sudah dimiliki di) diri sendiri atau orang-orang sekitarnya:

  1. Musik-ritme-dan harmoni: kecerdasan dalam memproses suara, nada, ritme dan lagu.
  2. Visual-Spatial: kecerdasan dalam memproses elemen visual, ruang dan ruangan.
  3. Verbal-Linguistik: kecerdasan dalam bahasa verbal, meliputi membaca, menuliskan, melafalkan, memproses bahasa majemuk, aksen dan lain sebagainya
  4. Logika-Matematika: kecerdasan dalam menghubungkan, mengaitkan satu hal kepada hal lainnya, dan melakukan “pengukuran” (seriously, saya kenal dengan seorang anak yang kelihatannya untuk beliau menggambar itu seperti membuat matriks geometrik, dimana bagian demi bagiannya seolah di”rancang” sedemikian rupa supaya – bukan hanya cantik dan atraktif – namun juga bisa terukur dan terkontrol oleh sang penggambar)
  5. Bodily-Kinestetik: kecerdasan motorik. Meliputi motorik kasar, halus, termasuk juga bahasa tubuh.
  6. Interpersonal: kecerdasan dalam berhubungan dengan orang lain
  7. Intrapersonal: kecerdasan dalam berhubungan dengan diri sendiri, melalukan (r)evaluasi, pemahaman diri, etc
  8. Naturalistik: kecerdasan dalam memproses lingkungan alam di sekitarnya
  9. Eksistensial: kecerdasan dalam memproses spiritualitas.

Semua anak (Subhanallah!) pada dasarnya telah dibekali bukan hanya satu, namun semua kemampuan universal di atas sejak bayi. Namun memang porsi dan komposisinya seringkali berbeda sehingga satu anak mungkin lebih dominan di beberapa elemen, sementara anak lain di beberapa elemen yang berbeda.

Yang tidak kalah menakjubkannya adalah, seperti yang dialami lebih intens oleh Temple Grandin (dengan lebih berkembangnya kognisi visual) dan banyak pengidap autis lainnya, keterbatasan satu atau beberapa kecakapan tertentu seringkali memicu – entah itu disadari atau tidak – meningkatnya perkembangan kecakapan yang lain.

Informasi lebih jauh bisa disimak dari lama wikipedia, dan dari website Howard Gardner ini.

Selamat “membaca”.

Advertisements