ijin buat inisiatif

Pertama, tidak memberikan kesempatan sama sekali. Kedua, menimpakan kesalahan. Ketiga, memberikan kesempatan, anda tinggalkan, lalu anda timpakan kesalahan.

Ketiganya punya satu kesamaan: asumsi. Asumsi bahwa staff anda tidak akan mampu, asumsi bahwa semuanya akan membaik dengan sendirinya dan dalam waktu relatif cepat, asumsi bahwa realitas selalu sesuai dengan yang anda pikirkan dan apa yang disebut “kebenaran” selalu berasal dari anda. Ketiganyapun juga punya satu kesamaan: inisiatif dan kreatifitas menghilang bahkan ketika dielu-elukan.

Ingat momen-momen ketika anda begitu frustasi kenapa staff anda tidak ada yang cukup reliable, dan kreatif? Well, mungkin mereka sudah kreatif sejak dulu tapi anda tidak dapat melihatnya karena terlalu sibuk dengan pikiran sendiri, dan tanpa sadar menghack mereka. Berulang kali.

ps: emang siih ada juga staff yang ‘rese’ & pemalesan. Tapi jumlahnya biasanya lebih sedikit. Kalaupun emang banyak, kenapa juga orang kayak gitu bisa direkrut?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s