Banyak so-called creator dan para pembelajar membayangkan desain sebagai sesuatu yang berorientasi konten. Bahwa desain itu adalah pekerjaan yang diawali, dan diakhiri dengan menghadirkan informasi, gagasan, konsep kedalam satu material, media, sebuah objek melalui sebuah peralatan (komputer, internet, software, dsb) dan teknik produksi tertentu. Meskipun memang benar bahwa desainer memerlukan peralatan, ketrampilan, dan pengetahuan mengenai berbagai teknik visualisasi, seperti juga desainer harus mengetahui apa informasi produk, layanan atau permerekan sehingga dapat membuat media-media yang relevan, namun membayangkan proses pengembangan konten tersebut sebagai sesuatu yang isolated, berfokus hanya pada apa yang berada didalam pikiran para kreator dan dianggap beres begitu pikiran para kreator ini di”tumpah”kan bisa memicu defisit, ketidak singkronan dengan permasalahan, kebingungan, dan dehumanisasi.

Dua literatur yang saya rekomendasikan untuk memperkaya pengetahuan, menginspirasi gagasan dan juga aksi mengenai konteks dan konten ini. Silahkan disimak:

Why We Buy, The Science of shopping

by Paco Underhill

A light hearted book of shopping science. Buku yang melalui berbagai fakta yang dikumpulkan oleh periset retail Paco Underhill (melalui perusahaannya Envirossel) secara cermat menerangkan mengenai bagaimana kita berbelanja, melakukan interaksi dengan produk, dengan desain, right on site. Buku ini tidak hanya menjelaskan banyak fakta yang berkaitan dengan berbagai detail mengenai desain dan interaksi didalam toko (dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan penjualan) – dengan satu bab khusus membahas mengenai desain sign system – tapi juga mengenai mindset seperti apa yang seharusnya setiap kreator punyai agar produk, layanan dan mereknya dibeli dan dicintai oleh lebih banyak pengguna.

Hack The Cover

by Craig Mod

h1-coccyxofcodex-notextYang kedua ini adalah essay mengenai konteks dari buku saat ini, sehubungan dengan perkembangan retail online dan offline – yang juga adalah perkembangan prilaku pembelian -, dan bagaimana kover buku seharusnya dipandang dan dirancang. Jika anda saat ini tergabung ke dalam penerbitan, entah itu sebagai penulis, desainer, marketing, promosi atau pihak yang tengah bekerja sama dengan industri penerbitan – industri penyebar luasan gagasan. Ini materi yang mungin bisa mengklarifikasi pertanyaan (dan kebingungan) atas hubungan antara penjualan dan desain kover.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s